Kamis, 21 Juni 2012

Bagaimana Kondisi Infrastruktur Pendukung Aktivitas Kawasan Pasar Bintoro?


Kondisi infrastrukur eksisting di Kawasan Bintoro baik, namun di beberapa titik masih terdapat kondisi infratruktur yang perlu mendapatkan perbaikan. Sebagai contoh, Jalan Sultan Fatah yang berada persisi di depan Pasar Bintoro. Kondisi jalan di daerah tersebut rusak parah. Jalan berlubang dan terdapat batu kerikil yang tajam yang mengganggu pengguna jalan. Sehingga pengguna jalan yang melalui jalan tersebut akan menurunkan kecepatannya yang berdampak pada kemacetan.




   

Adakah Manajemen dan Kelembagaan Perdagangan di Kawasan Pasar Bintoro?


Terdapat peguyuban khusus bagi para pedagang di Pasar Bintoro yaitu Persatuan Pedagang. Arah perkembangan Pasar Bintoro dalam 5 atau 10 tahun yang akan datang  adalah pasar akan bekerjasama dengan investor dengan membuat pasar tradisional namun modern. Tradisional maksudnya adalah tetap bisa melakukan kegiatan tawar-menawar. Sedangkan modern adalah penataan lebih teratur dan diatur sesuai zoning yang ada.
Sistem pengelolaan Pasar Bintoro dikelola oleh Pemerintah Daerah Demak karena Pasar Bintoro milik Pemda Demak. Secara struktur Dinas Perindakop dan UMKM bagian bidang pasar yang memiliki tugas pokok dan fungsi, mengatur, membina dan mengembangkan pasar-pasar di Kabupaten Demak. Dalam hal ini memiliki UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) yaitu Pasar Bintoro yang dikepalai oleh Kepala Pasar. Sedangkan untuk PKL (pedagang Kaki Lima) yang mengatur ialah Satpol PP yang bertugas membina.
Pengelompokan pedagang dibedakan menjadi 2, formal dan non formal. Pedagang formal adalah pedagang yang memiliki surat izin resmi berdagang dan memiliki tempat berdagang yang permanen. Sedangkan pedagang yang non formal adalah pedagang yang tidak memilik surat izin resmi dan tidak memiliki lokasi yang berdagang yang pasti. Setiap pedagang wajib membayar retribusi sebesar Rp 200 per meter. Retribusi yang dipungut meliputi retsribusi kebersihan (sampah), barang titipan, dan petugas dari Pemda.
Pemerintah memberikan kebijakan yang melarang atau tidak dipebolehkan membuat Mall maupun perdagangan sedikit lebih modern seperti PGS (Pusat Grosir Solo). Kabupaten Demak belum dapat membangun hal seperti itu karena penduduk yang ada belum sanggup dan akan mematikan perekonomian. 

Apa Karakteristik dan Alur Distribusi Aktivitas Perdagangan yang Ada?


Sistem pendistribusian barang, barang dipasok dari berbagai daerah. Seperti sayuran dipasok dari Bandungan, serta konveksi dipasok dari Kudus dan Solo. Sedangkan total pedagang di Kabupaten Demak berjumlah di 2196 dengan rincian 734 pedagang formal dan 1462 pedagang non formal.
              Tidak aturan pasti barang atau jenis barang apa saja yang boleh maupun tidak boleh diperdagangkan di Pasar Bintoro. Selain sembako, sandang, peralatan rumah tangga, buah-buahan hasil kebun buah belimbing dan jambu merah delima sebagai hasil bumi yang spesifik di Kabupaten Demak. Selain itu kaligrafi dan rebana, serta konde. Distribusi barang masuk Kabupaten Demak pasti melalui Pasar Bintoro yang kemudian didistribusikan ke pasar-pasar daerah (Pasar sayung dan Karang Anyar).

Bagaimana Kondisi Eksisting Aktivitas Masyarakat Kelurahan Bintoro?

Aktivitas masyarakat di Kelurahan Bintoro sebagian besar adalah di sektor non pertanian. Pada pagi hari mayoritas aktivitas penduduk di Kelurahan Bintoro berada di sekitar Pasar Bintoro sebagai Pasar Induk di Kabupaten Demak. Kegiatan perdagangan dan jasa berlangsung dari pagi hari sampai menjelang sore hari. Pada saat sore hari, aktivitas masyarakat Kelurahan Bintoro mulai beralih ke alun-alun Kota Demak. Mereka mereka mulai menggelar lapak mereka dan berdagang sebagaiu PKL. Aktivitas PKL seperti ini berangsung dari sore hari sampai malam hari. Barang dagangan yang sering dijajakan berupa makanan, sehingga sering dijadikan masyarakat Demak untuk berwisata kuliner.

Bagaimana Karakteristik Kondisi Non-Fisik Kawasan Pasar?


1.        Demografi
Ditinjau dari distribusi setiap Kelurahan/Desa pada tahun 2010, Kelurahan Bintoro merupakan kelurahan dengan jumlah penduduk terbesar di Kawasan Perkotaan Demak yaitu sebanyak 17.242 jiwa. Distribusi penduduk menurut jenis kelamin adalah sejumlah 8.246 jiwa bagi penduduk laki-laki, dan 8.996 jiwa bagi penduduk perempuan. Dengan Jumlah penduduk terbesar di Kawasan Perkotaan Demak tersebut, maka skala aktivitas dan pelayanan yang dibutuhkan juga lebih besar daripada kelurahan/desa lain di sekitarnya. Belum lagi jumlah penduduk yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak membuat kecendrungan konsumsi akan lebih.


2.        Perekonomian
Berdasarkan harga konstan, PDRB Kabupaten Demak selalu mengalami pertumbuhan yang positif, namun pertimbangan atas harga berlaku ini sebenarnya hanya merupakan pencerminan pertambahan angka bukan merupakan pertambahan nilai (jadi bukan merupakan indikator peningkatan (kesejahteran masyarakat).


Kabupaten Demak dari tahun 2005-2007 memiliki tingkat PDRB yang beragam dimana pada tahun 2007 merupakan tahun dengan tingkat PDRB tertinggi yaitu sebesar Rp. 2.570.573,49 dan PDRB terendah terjadi pada tahun 2005 dengan nilai sebesar Rp.  2.379.485,65. Rata-rata pendapatan PDRB atas harga konstan di  Kabupaten Demak tertinggi berada di sektor pertanian yaitu sebesar 1.062.810,11 sedangkan terendah berada di sektor listrik,gas dan air minum yaitu sebesar 15.742,89.
Berdasarkan harga konstan, PDRB Kabupaten Demak selalu mengalami pertumbuhan yang positif, namun pertimbangan atas harga berlaku ini sebenarnya hanya merupakan pencerminan pertambahan angka bukan merupakan pertambahan nilai (jadi bukan merupakan indikator peningkatan kesejahteran masyarakat). 

Bagaimana Kondisi Tata Guna Lahan di Kawasan Pasar Bintoro?

Dari 14,03 Ha wilayah perancangan kawasan Pasar Bintoro, penggunaan tata guna lahan antara lain digunakan sebagai kawasan permukiman, kawasan perdagangan dan jasa, kawasan peribadatan, serta kawasan perkantoran. Peruntukan tata guna lahan terbesar digunakan sebagai kawasan permukiman yang tersebar hampir di deluruh wilayah Kelurahan Bintoro. Kawasan perdagangan dan jasa terletak di sepanjang Jalan Raya Semarang-Demak, Jalan Pemuda, Jalan Sunan Fatah, serta Pasar Bintoro dan sekitarnya. Sementara kawasan perkantoran berada di Jalan Kyai Singkil dan koridor sebelah kiri Jalan Sultan Fatah.

Peta Tata Guna Lahan Eksisiting Kawasan Pasar

Bagaimana Karakteristik Kondisi Fisik Alam Kawasan Pasar Bintoro?


1.        Topografi
Kawasan Pasar Bintoro mempunyai ketinggian antara 0-3 meter. Berdasarkan ketinggian tersebut Kawasan Pasar Bintoro termasuk ke dalam kategori topografi datar. Kondisi topografi seperti itu Kawasan Perkotaan Demak berpotensi terkena bencana alam terutama banjir terlebih ketika musim hujan, dengan kondisi topografi yang datar menyebabkan arus air yang cenderung lambat dan menyebabkan limpasan ke daerah sekitarnya sehingga jika terjadi banjir akan merusak kawasan perumahan.



Peta Topogafi Kelurahan Bintoro

2.    Jenis Tanah (Litologi)
Secara keseluruhan jenis tanah yang ada di Kelurahan Bintoro adalah jenis tanah Grumosol. Jenis tanah Grumosol ini merupakan jenis yang cocok untuk digunakan sebagai kegiatan permukiman serta kegiatan perdagangan dan jasa.

Peta Jenis Tanah Kelurahan Bintoro

3.        Hidrologi
Sumber-sumber air di kawasan Pasar Bintoro berupa sumber air di permukaan tanah dan air tanah. Sumber air di permukaan tanah berasal dari sungai-sungai, laut, dan pantai. Sungai-sungai utama yang terdapat di kawasan Pasar Bintoro adalah Sungai Jajar dan Kali Es. Keadaan hidrologi yang baik, karena sumber air yang dimiliki membuat kawasan pasar Bintoro tidak kesulitan mendapatkan suplai air bersih walaupun tak sedikit pula yang menggunakan jasa PDAM dalam pemenuhan kebutuhan air bersihnya. Kemudian, karena jenis tanah yang ada dapat digunakan untuk kegaiatan pemukiman dan perdagangan jasa menuntut pula pembuatan sumur-sumur resapan di daerah yang kawasan terbangunnya >60%. Serta akan terjalinnya kerja sama dengan kabupaten sekitar dalam rangka pengelolaan Daerah Aliran Sungai yang membuat networking kawasan Pasar Bintoro semakin luas dan sekaligus dapat mempromosikan kawasan yang dimiliki dan akan dikembangkan.

4.        Curah Hujan
Kelurahan Bintoro memiliki curah hujan sebesar 0-13,6 mm/hari. Curah hujan yang dimilikinya tersebut, maka curah hujan di Kelurahan Bintoro tergolong ke dalam kategori curah hujan rendah. Melalui curah hujan yang ada, membuat aktivitas perdagangan di kawasan Pasar Bintoro cukup terbantu. Hal ini dikarenakan intensitas hujan yang rendah membuat sistem pendistribusian barang menjadi terdukung, cukup banyak pergerakan barang dagangan dari Pasar Bintoro ke luar yang dilakukan dengan jasa kuli panggul serta becak. Mengingat pula bahwa Pasar Bintoro merupakan pasar induk di Kabupaten Demak yang hakekatnya akan melakukan pendistribusian ke pasar-pasar yang memiliki hirarki di bawahnya.
Peta Curah Hujan Kelurahan Bintoro